Development of E-Module (Electronic Module) Based on Ethnoscience in Natural Science Subject of Human Reproduction for Junior High Schools

Authors

  • Mellia Laura Pitri Universitas Negeri Padang, Indonesia
  • Norazah Nordin Universiti Kebangsaan Malaysia, Malaysia
  • Sukree Langputeh Fatony University, Thailand
  • Heinrich Rakuasa National Research Tomsk State University, Russian Federation

DOI:

https://doi.org/10.34125/jerit.v2i1.28

Keywords:

E-module, Observation, Ethnoscience, Local Wisdom, Model Plump

Abstract

The implementation of the 2013 curriculum was developed into a curriculum that combines various aspects, namely attitudes, knowledge, and skills. Through the 2013 curriculum, educators are required to be able to improve the quality of education so as to produce independent and creative students. Integrated science learning is presented in the context of science that includes the environment, technology, and society. Science education (science) can also be developed by relying on the uniqueness and excellence of a region, including culture and technology based on local wisdom (traditional). So that in schools there needs to be learning that contains materials based on local wisdom to prevent the loss of local wisdom from a region. This study aims to develop an e-module based on ethnoscience (local culture) for grade IX students of junior high schools/Islamic junior high schools and to determine the level of validity and practicality. The e-module developed uses the ethno-science method which consists of direct observation, explaining phenomena scientifically, and being able to draw conclusions. This research is a research and development (R&D) with the Plomp model. The validity test was conducted by 3 science lecturers from Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Negeri Padang, and the practicality test was conducted by 2 science teachers from State Junior High School 1 Painan and 3 IX.3 students, 4 IX.6 students and 20 IX.7 students at State Junior High School 1 Painan. The instruments used were validity and practicality questionnaires and data Cohen Kappa. This research produces an e-module of the human reproductive system based on ethnic with an average kappa moment of 0.90 which has a very high level of validity. The results of the teacher's practicality test and the student's practicality test obtained an average kappa moment of 0.76 and 0.81 respectively with high and very high levels of practicality.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, V. D., & Mukhadis, A. (2013). Problem Based Learning, Motivasi Belajar, Kemampuan Awal, dan Hasil Belajar Siswa SMK. Jurnal Ilmu Pendidikan, 19(2), 187–195.

Asriani, P., Sa’dijah, C., & Akbar, S. (2017). Bahan Ajar Berbasis Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(11), 1456–1468.

Atmojo, S. E. (2012). Profil Keterampilan Proses Sains dan Apresiasi Siswa Terhadap Profesi Pengrajin Tempe dalam Pembelajaran IPA Berpendekatan Etnosains. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(2), 115–122. https://doi.org/10.15294/jpii.v1i2.2128

Ajar Tematik Berbasis Budaya Lokal. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, Dan Pengembangan, 2(8), 1030–1036. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/article/view/9760

Basar, A. M. (2021). Problematika Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 208–218. https://doi.org/10.51276/edu.v2i1.112

Damayanti, C., Rusilowati, A., & Linuwih, S. (2017). Pengembangan Model Pembelajaran IPA Terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif. Journal of Innovative Science Education, 6(1), 116–128. https://doi.org/10.15294/jise.v6i1.17071

Daryanto. (2013). Menyusun Modul Bahan Ajar untuk Persiapan Guru dalam Mengajar. Gava Media.

Daryanto. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran.

Depdiknas. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.

Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Cv. Pustaka Setia.

Haspen, C. D. T., Syafriani, & Ramli. (2021). Validitas E-Modul Fisika SMA Berbasis Inkuiri Terbimbing Terintegrasi Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik. JEP (Jurnal Eksakta Pendidikan), 5(1).

Kartono, Hairida, & Bujang, G. (2016). Penelusuran Budaya dan Teknologi Lokal dalam Rangka Rekonstruksi dan Pengembangan Sains di Sekolah Dasar. Cakrawala Pendidikan, 343–368.

Kasa, I. W. (2011). Local Wisdom In Relation to Climate Change. Issaas, 17(1), 22–27.

Kemendikbud. (2017). Model Silabus Mata Pelajaran IPA Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs). 09.

Khasanah, K., Nasan, E., & Jus’aini, J. (2021). Efektifitas Media Whatsapp Group Dalam Pembelajaran Daring. Akademika, 10(01), 47–75. https://doi.org/10.34005/akademika.v10i01.1339

Khoiri, A., & Sunarno, W. (2018). Pendekatan Etnosains dalam Tinjauan Fisafat. SPEKTRA : Jurnal Kajian Pendidikan Sains, 4(2), 145. https://doi.org/10.32699/spektra.v4i2.55

Kumalasari, L. (2019). Pengembangan Suplemen Bahan Ajar Ipa Bermuatan Etnosains untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Karakter Siswa. https://lib.unnes.ac.id/35272/

Listyawati, M. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Ipa Terpadu Di Smp. Journal of Innovative Science Education, 1(1).

Masril. (2005). Pengembangan Profesionalisme Guru di Abad XXI 1. Seminar Internasional Pendidikan Dan Pertemuan FIP/JIP Se-Indonesia, September, 12–14.

Murti, K. E. (2015). Pendidikan abad 21 dan Aplikasinya dalam Pembelajaran di SMK (Trilling & Fadel (eds.); Issue 2009).

Parmin. (2015). Potensi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran IPA di SMP. Seminar Nasional Konservasi Dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam, 278– 282.

Prastowo, A., Studi, P., Guru, P., & Ibtidaiyah, M. (2014). Kebutuhan Psikologis dengan Tematik. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 1, 1–13.

Pratiwi, I. (2018). Pengembangan E-Modul Pembuatan Stop Motion Kelas XII Multimedia di SMK Negeri 1 Godean.

Priyanthi, K. A., Dr. Ketut Agustini, S.Si, M. S., & Gede Saindra Santyadiputra, S.T., M. C. (2017). Pengembangan E-Modul Berbantuan Simulasi Berorientasi Pemecahan Masalah pada Mata Pelajaran Komunikasi Data. Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika (KARMAPATI), 6(1), 40. https://doi.org/10.23887/karmapati.v6i1.9267

Puskur. (2006). Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan. Depdiknas.

Putrianata, D., & Chairunisa, E. D. (2020). Pengembangan E-Modul Pembelajaran Sejarah Perjuangan Tokoh-Tokoh Militer Pejuang Kemerdekaan Di Sumatera Selatan. Kalpataru: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 5(2), 152. https://doi.org/10.31851/kalpataru.v5i2.3553

Rustaman, N. Y. (2011). Pendidikan dan Penelitian dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi untuk Pembangunan Karakter. Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi 15, 16–34. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/prosbio/article/download/748/416

Sabran, & Sabara, E. (2019). Keefektifan Google Classroom sebagai Media Pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makasar,122125. https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:SS_jKM_r2TAJ:https://ojs.unm.ac.id/semnaslemlit/article/download/8256/4767+&cd=2&hl=id&ct=clnk&gl=id

Sardijiyo, & Pannen, P. (2005). Model Inovasi Pembelajaran dan Kompetensi. 83–98.

Satriawati, H. (2015). Pengembangan E-modul Interaktif sebagai Sumber Belajar Elekronika Dasar Kelas X SMKN 3 Yogyakarta. 1–27.

Suastra, I. W. (2010). Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 43(2), 8–16.

Sudarmin. (2014). Pendidikan Karakter, Etnosains, dan Kearifan Lokal. CV. Swadaya Manunggal.

Sudjana, Nana, & Rivai, A. (2009). Media Pembelajaran. Sinar Baru Algensindo. Sudjiono, A. (2013). Pengantar Evaluasi Pendidikan. PT. Raja Grafindo.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatid dan R&D. Alfabeta. Sukardi. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan (Kompetensi dan Praktiknya).

Bumi Aksara.

Sumantri, & Syarif, M. (2015). Strategi Pembelajaran Teori dan Praktek di Tingkat Dasar. Raja Grafindo Persada.

Susanto, E., & Deapalupi, A. P. (2020). Analisis Dampak Covid-19 terhadap Implementasi Study From Home (SFH) di Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan : Riset Dan Konseptual, 4(4), 536. https://doi.org/10.28926/riset_konseptual.v4i4.274

Tania, L. (2017). Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Sebagai Pendukung Pembelajaran Kurikulum 2013 pada Materi Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa Siswa Kelas X Akuntansi Smk Negeri 1 Surabaya. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 5(2), 1–9.

Warsita, B. (2019). Evaluasi Media Pembelajaran Sebagai Pengendalian Kualitas. Jurnal Teknodik, 17(4), 092. https://doi.org/10.32550/teknodik.v17i4.581

Wijiningsih, N., Wahjoedi, W., & Sumarmi, S. (2017). Pengembangan Bahan

Wirawan, i K. Y. A. P., Sudarman, I. K., & Mahadewi, L. P. P. (2017). Pengembangan E-Modul Berbasis Problem Based Learning Untuk Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII Semester Ganjil. Jurnal Edutech Undiksha, 8(2).

Downloads

Published

30-06-2025

How to Cite

Pitri, M. L., Nordin, N., Langputeh, S., & Rakuasa, H. (2025). Development of E-Module (Electronic Module) Based on Ethnoscience in Natural Science Subject of Human Reproduction for Junior High Schools. JERIT: Journal of Educational Research and Innovation Technology, 2(1), 46–61. https://doi.org/10.34125/jerit.v2i1.28

Issue

Section

Articles